Contoh Naskah Drama Batu Menangis dalam Bahasa Inggris

DRAMA BATU MENANGIS DALAM BAHASA INGGRIS – Dalam sebuah cerita rakyat biasanya selalu saja mengandung pelajaran – pelajaran hidup yang berguna bagi pembelajaran moral anak – anak sebaai generasi penerus kita. Seperti salah satu contohnya dalam cerita rakyat batu menangis yang berasal dari daerah Kalimantan Indonesia. Cerita – cerit rakyat seperti dibawah ini harus sering kita perkenalkan pada generasi – generasi muda. Seperti anak – anak TK, dalam kelas bercerita kita bisa menceritakan kisah – kisah cerita rakyat agar tertanam nilai – nilai kebijakan dalma diri mereka sejak usia dini.

Coba kita lihat contoh naskah drama dua bahasa dibawah ini:

 

Contoh Naskah Drama Batu Menangis dalam Bahasa Inggris

 

NARATOR: Alkisah, di sebuah desa terpencil di daerah Kalimantan Barat, Indonesia, hiduplah seorang janda tua dengan seorang putrinya yang cantik jelita bernama Darmi. Mereka tinggal di sebuah gubuk yang terletak di ujung desa. (One upon a time, in small village in West Kalimantan, Indonesia, lived a widow with her beautiful daugther named Darmi. They live in a small shelter which located at the edge of the village.)

Sejak ayah Darmi meninggal, kehidupan mereka menjadi susah. Ayah Darmi tidak meninggalkan harta warisan sedikit pun. (Since Darmi’s father passed away, their life getting harder. Her father wasn’t left anykind of heirdom)

Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, ibu Darmi bekerja di sawah atau ladang orang lain sebagai buruh upahan. Sementara putrinya, Darmi, seorang gadis yang manja. (to comply their needs of their lives, Darmi’s mother in the field or otherpeople field as a wage laborers. While his daughter ,Darmi, is a spoiled girl)

Apapun yang dimintanya harus dikabulkan. Selain manja, ia juga seorang gadis yang malas. Kerjanya hanya bersolek dan mengagumi kecantikannya di depan cermin.(whatever her requested must be granted. Besides being spoiled , she is also a lazy girl. Everyday she just wastch herself in front of mirror to admired her beauty.)

Setiap sore ia selalu hilir-mudik di kampungnya tanpa tujuan yang jelas, kecuali hanya untuk mempertontonkan kecantikannya(Every afternoon he was always going back and forth in his village with no clear purpose, except to show off his beauty.)

Ia sama sekali tidak mau membantu ibunya mencari nafkah. Setiap kali ibunya mengajaknya pergi ke sawah, ia selalu menolak(She did not want to help her mother earn a living. Every time her mother took her to the fields, she always refused.)

Ibu : “Nak! Ayo bantu Ibu bekerja di sawah.” (honey, let’s go to the farm and give me a hand.)

Darmi : “Tidak, Bu! Aku tidak mau pergi ke sawah. Nanti kuku dan kulitku kotor
terkena lumpur.” (noway! You go by yourself mom! I dontWant to come along to help, I wont to make my nail and skin dirty because of  mud)

Ibu : “Apakah kamu tidak kasihan melihat Ibu, Nak?” (don’t you feel sad to see me work harder everyday?)

Darmi : “Tidak! Ibu saja yang sudah tua bekerja di sawah, karena tidak mungkin lagi ada laki-laki yang tertarik pada wajah Ibu yang sudah keriput itu.” (not at all. You  go by yourself  working in the field, because you already old none can  attracted to you.)

NARATOR: Mendengar jawaban anaknya itu, sang Ibu tidak dapat berkata-kata lagi. Dengan perasaan sedih, ia pun berangkat ke sawah untuk bekerja (Hearing the answer of her daughter, the mother can not say anymore. With sadness, she went to the fields to work)

 

Sementara si Darmi tetap saja tinggal di gubuk, terus bersolek untuk mempecantik dirinya. Setelah ibunya pulang dari sawah,

Darmi meminta uang upah yang diperoleh Ibunya untuk dibelikan alat-alat kecantikan(while Darmi still saty in their hut, to preen herself, when her mother comeback home, she always asking for the wage money to buy her beauty products and tools.)

Darmi : “Bu! Mana uang upahnya itu!” ( Mom! Where is your today’s Salary? )

Ibu : “Jangan, Nak! Uang ini untuk membeli kebutuhan hidup kita hari ini.” (Oh please don’t take it. I need to butly groceries)

Darmi : “Tapi, Bu! Bedakku sudah habis. Saya harus beli yang baru.” (but mom my make up runs out. I need to buy another one.)

Ibu : “Kamu memang anak tidak tahu diri! Tahunya menghabiskan uang, tapi tidak mau bekerja.” (you such a kid hasn’t the grace, only thing you really good at is spending money without working!)

NARATOR: Meskipun marah, sang Ibu tetap memberikan uang itu kepada Darmi. Keesokan harinya, ketika ibunya pulang dari bekerja, si Darmi meminta lagi uang upah yang diperoleh ibunya untuk membeli alat kecantikannya yang lain. (although she was angry she still give the money to Darmi. The nest day, when her mother come home from work, Darmi asked again for the money that she was earned today)

Keadaan demikian terjadi hampir setiap hari. Pada suatu hari, ketika ibunya hendak ke pasar, Darmi berpesan agar dibelikan sebuah alat kecantikan.(this kind of situation almost happned most of time. One day when her mother wanna going to the market dari asked her mother to buy her some cosmetic product.)

Tapi, ibunya tidak tahu alat kecantikan yang dia maksud. Kemudian ibunya mengajaknya ikut ke pasar. (but mother didn’t knew what kind of cosmetic product hmher daughter expected about. Because of that, she asked Darmi to come with her.)

Ibu : “Kalau begitu, ayo temani Ibu ke pasar!” (so let’s go with me to the market.)

Darmi : “Aku tidak mau pergi ke pasar bersama Ibu!” (I wont go to the market with you)

Ibu : “Tapi, Ibu tidak tahu alat kecantikan yang kamu maksud itu, Nak!” (bit I don’t know what cosmetic product you talking about.)

Namun setelah didesak, Darmi pun bersedia menemani Ibunya ke pasar. (after arguing for awhile, finally darmi agreed to with her mother.)

Darmi : “Aku mau ikut Ibu ke pasar, tapi dengan syarat Ibu harus berjalan di belakangku,” kata Darmi kepada Ibunya.” ( I will go with you to the market with one condition, you need to walk behind me.)

Ibu : “Memang kenapa, Nak!” (why should I do that?)

Darmi : “Aku malu kepada orang-orang kampung jika berjalan berdampingan dengan Ibu.” ( I feel shamed to people if I walking side by side with you.)

Ibu : “Kenapa harus malu, Nak? Bukankah aku ini Ibu kandungmu?” (why you need to feel embarrassed? Wasn’t me your mother?)

Darmi : “Ibu seharusnya berkaca. Lihat wajah Ibu yang sudah keriput dan pakaian ibu sangat kotor itu! Aku malu punya Ibu berantakan seperti itu!” (you should look yourself in the mirror. Look at your old face and your dirty drees. I feel so embrassed to have such mother like you)

NARATOR: Walaupun sedih, sang Ibu pun menuruti permintaan putrinya. Setelah itu, berangkatlah mereka ke pasar secara beriringan. (Although she felt hurtful. And then, they going to the market walking side by side.)

Si Darmi berjalan di depan, sedangkan Ibunya mengikuti dari berlakang dengan membawa keranjang. (Darmi walking after her mother. Her mother walking behind with shopping bag in her hand)

Meskipun keduanya ibu dan anak, penampilan mereka kelihatan sangat berbeda. Seolah-olah mereka bukan keluarga yang sama.  (Even they are related to mom and daughter relationship, but their appearance make them look like not in the same side.)

Sang Anak terlihat cantik dengan pakaian yang bagus, sedangkan sang Ibu kelihatan sangat tua dengan pakaian yang sangat kotor dan penuh tambalan. Di tengah perjalanan, Darmi bertemu dengan temannya yang tinggal di kampung lain (her daughter looks beautiful with a good cloths, while Mother looks very old with very dirty clothes and full filling. Along the way,  Darmi met her friend whos live in another village.)

Teman Darmi 1: “Hei, Darmi! Hendak ke mana kamu?” (hei, Darmi where you going?)

Darmi : “Ke pasar!” (to the market)

Teman Darmi 1 : “Lalu, siapa orang di belakangmu itu? Apakah dia ibumu?” (who is someone in your behind? Is she your mother?)

Darmi : “Tentu saja bukan ibuku! Dia adalah pembantuku.” (of course not. She is my housemaid)

NARATOR: Laksana disambar petir orang tua itu mendengar ucapan putrinya. Tapi dia hanya terdiam sambil menahan rasa sedih (seems like the thunderbolt struck her when she heard her daughter’s words. But she just keep calm and hold her tears back)

Setelah itu, keduanya pun melanjutkan perjalanan menuju ke pasar. Tidak berapa lama berjalan, mereka bertemu lagi dengan seseorang.(after that both of them keep they journey until they meet someone else.)

Teman Darmi 2 : “Hei, Darmi! Hendak ke mana kamu?”(where you go Darmi?)

Darmi : “Hendak ke pasar.”(to the market.)

Teman Darmi 2 : “Siapa yang di belakangmu itu?” ( who is behind you over there?)

Darmi : “Dia pembantuku.” (she is my housemaid.)

NARATOR: Jawaban yang dilontarkan Darmi itu membuat hati ibunya semakin sedih. Tapi, sang Ibu masih kuat menahan rasa sedihnya. (her daughter’s words make her mother sadder but her mother keep jolding her sadness)

Begitulah yang terjadi terus-menerus selama dalam perjalanan menuju ke pasar. Akhirnya, sang Ibu berhenti, lalu duduk di pinggir jalan. (that’s what happens continuously during they way to the market. Finally, her mother can’t hold it anymore so she just stop walking and sit on the road side.)

Darmi : “Bu! Kenapa berhenti?” (why you stop walking?)

NARATOR: Beberapa kali Darmi bertanya, namun sang Ibu tetap saja tidak menjawab pertanyaannya. (Darmi wondering what’s going on with her mother, shee keep questioning her bt she don’t give any reply.)

Sesaat kemudian, Darmi melihat mulut ibunya komat-komit sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas. (soon after that Darmi saw her mother’s mouth mumbling dan she raised her hands upward)

Darmi : “Hei, Ibu sedang apa?” (hei, mom what are you doing?)

NARATOR: Sang Ibu tetap saja tidak menjawab pertanyaan anaknya. Ia tetap berdoa kepada Tuhan agar menghukum anaknya yang durhaka itu. (she still didn’t answer the question of her daughter and she keep praying to God to punish her disobedient daughter.)

Ibu : “Ya, Tuhan! Ampunilah hambamu yang lemah ini. Hamba sudah tidak sanggup lagi menghadapi sikap anak hamba yang durhaka ini. Berikanlah hukuman yang setimpal kepadanya!” (Oh God forgive me, your man who is weak. I can’t face anylonger this disobedient daughter. Giver her punishment as much as she deserve to get.)

NARATOR: Beberapa saat kemudian, tiba-tiba langit menjadi mendung. Petir menyambar-nyambar dan suara guntur bergemuruh memekakkan telinga. (a few minutes later suddenly the sky became dark, thunder strikes which the huge sound)

Hujan deras pun turun. Pelan-pelan, kaki Darmi berubah menjadi batu. Darmi pun mulai panik. (heavy rain was came.  Suddenly Darmi legs turn tobe a stone. Dami started feeling scared.)

Darmi : “Ibu…! Ibu… ! Apa yang terjadi dengan kakiku, Bu? Maafkan Darmi! Maafkan Darmi, Bu! Darmi tidak akan mengulanginya lagi, Bu!” (mom!mom! What’s going on with my legs? I’msorry mom! I will not do it again.)

NARATOR: Namun, apa hendak dibuat, nasi sudah menjadi bubur. Hukuman itu tidak dapat lagi dihindari. Perlahan-lahan, seluruh tubuh Darmi berubah menjadi batu. Perubahan itu terjadi dari kaki, badan, hingga ke kepala. (But, you can’t undo something that you have done. She can’t avoid curse anymore. Whole of her body turn tobe stone. The changed started from legs, body, to the top.)

Gadis durhaka itu hanya bisa menangis dan menangis menyesali perbuatannya. Sebelum kepala anaknya berubah menjadi batu, sang Ibu masih melihat air menetes dari kedua mata anaknya. Semua orang yang lewat di tempat itu juga ikut menyaksikan peristiwa itu. (The bad daughter she just can crying and crying regret all of her behavior. Before her daughter head turn tobe stone, she still seen her daughter tears. All people who passed by watched that event.)

Tidak berapa lama, cuaca pun kembali terang seperti sedia kala. Seluruh tubuh Darmi telah menjelma menjadi batu. (not long after that, the weather become normal again just like it used tobe. Darmi completely become a stone.)

Batu itu kemudian mereka letakkan di pinggir jalan bersandar ke tebing. Oleh masyarakat setempat, batu itu mereka beri nama Batu Menangis.  (People put the stone on  the way side lean to the cliff, they named it Batu Menangis)

Batu itu masih tetap dipelihara dengan baik, sehingga masih dapat kita saksikan hingga sekarang. (it has been in good  caring and saved ,we still can see the stonne untill today.)

 

Moral: berbakti kepada orang tua adalah wajib hukumnya. Karena ketika orang tua sakit hati, segala doa yang di pintanya akan terkabul saat itu juga.

 

Semoga naskah drama diatas tidak hanya menjadi sumber belajar bahasa Inggris semata, amun dapat menjadi pelajaran moral bagi kita semua. Semoga kita dapat lebih sadar bahwa orang tua adalah orang pertama yang harus kita hormati dan cintai dibandingkan orang lain. Ingatlah sebuah pepatah mengatakan bahwa surga berada dibawah kaki ibu.

 

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!