Contoh Text Berita Tentang Narkoba dalam Bahasa Inggris dan Artinya

COTOH TEKS BERITA TENTANG NARKOBA DALAM BAHASA INGGRIS – Narkoba merupakan salah satu ancaman besar bagi tiap negara yang tidak pernah putus ceritanya. Begitu banyak negara yang diserang oleh isu kekhawatiran narkoba. Narkoba umumnya menyerang anak – anak remaja, dimana usia remaja merupakan usia dimana mereka masih mencari jati diri, kebanyakan dari remaja yang coba – coba memakai narkoba mengikuti pergaulan sekitar. Hal ini dikarenakan remaja masih belum memiliki prinsip hidup yang kuat.

 

Ini tugas kita sebagai orang tua dan pemerintah agar memperhartikan anak – anak kita, memperhatikan anak – anka bangsa  yang sehrausnya dapat memiliki kehidupan yang lebih layak tanpa narkoba. Dibawah ini terdapa teks berita singgkat tentang penggunaan narkoba yang mulai menyerang remaja – remaja usia belia di Inggris.

 

Contoh Text Berita Tentang Narkoba dalam Bahasa Inggris dan Artinya

 

The terrifying degree to which drug abuse has become a part of everyday life for hundreds of thousands of British children is revealed today. Many start as young as 11. By the age of 16 nearly one in ten boys is regularly taking drugs – including heroin and cocaine – with the statistics for girls almost as high, according to a ground-breaking study. The figures mean that across the country probably 400,000 under-16s are now regular users.

Tingkat kekhawatiran untuk tiap penyalahgunaan obat – obatan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari bagi ratusan dari ribuan anak – anak Inggris sudah terungkap hari ini. Banyak  yang memulai sejak usia 11 tahun. Pada usia 16 tahun satu dari 10 anak laki – laki yang secara teratur mengonsumsi narkoba, termasuk heroin dan kokkain, dengan statistik anak perempuan yang hampir sama banyaknya, berdasarkan dari dari ground- breaking. Sebanyak 400,000 jiwa anak – anak berusia 16 tahun di seluruh Inggris diperkirakan menggunkan narkoba secara teratur.

 

The nationwide survey, taken among 18,000 pupils at 67 schools, is the first to examine how often children use drugs rather than just whether they take them at all. It paints a frightening picture of the grip the culture exerts on the young – and the explosion in use as they pass through their teenage years. At the age of 11, out of every thousand boys 12 count themselves as regular users, meaning they take drugs weekly over a period of three months or more.

Survey nasional mengambil 18,000 anak di 67 sekolah, untuk memeriksa seberapa sering anak – anak menggunakan narkoba daripada baik mereka menggunakannya sekaligus atau tidak. Hal ini menimbulkan ketakutan pada gambaran budaya yang mengarah pada generasi muda, dan kecanduan pada narkoba pada masa – masa remaja mereka. Pada usia 11 tahun, 12 dari ribuan anak laki – laki menganggap diri mereka sebagai pengguna tetap narkoba, hal ini berarti mereka memakai narkoba tiap minggu selama tiga bulan atau lebih.

 

A recent survey found that one in four young people in their teens and early 20s routinely drives while under the influence. Nearly one in five believes taking drugs makes them better drivers. The falling price of drugs has now put them within reach of many children. But those who can’t afford them simply turn to crime. One recent survey by the charity Drugscope calculated that teenage heroin addicts in provincial towns are now spending £10,000 a year on average on their habits – raised largely by shoplifting, stealing cars, burglary, theft and street robbery.

Survey terbaru menunjukkan 1 dari 4 pemuda di usia belasan dan awal 20tahunan mereka sering mengemudi dibawah pengaruh narkoba. 1 dari 5 orang mempercayai bahwa menggunakan narkoba dapat membuat mereka lebih baik dalam menyetir. Menurunnya harga dari obat – obatan membuat narkoba terjangkau oleh anak – anak. Tetapi bagi mereka yang tidak mampun membeli akan melakukan tindakan kriminal. Survey terbaru pada acara sosialitas narkoba menghitung bahwa anak remaja yang kecanduan pada heroin di kota provinsi saat ini menghabiskan 10.000 poundsterling pertahun pada dengan rata – rata kebiasaan buruk mereka yang terus semakin bertambah antara lain menguntil, pencurian mobil, perampokan, pencurian, ccopet dijalanan.

 

The latest survey was carried out by the Swansea-based Adolescent Assessment Service, which makes regular studies of the lifestyles, habits and interests of the young. It was backed by a number of education authorities anxious to get new information to boost their anti-drug programmes.

Survey terakhir di keluarkan oleh Swansea – layanan pengamatan anak remaja, yang melakukan penelitian secara teratur pada gaya hidup, kebiasaan dan ketertarikan para remaja. Hal ini didukung oleh sejumlah otoritas pendididikan yang ingin mendapatkan sejumlah informasi untuk meningkatkan program anti narkoba mereka.

 

Anti-drug campaigners blamed the scale of habitual use on the weakness of anti-drug education and the popularity of ‘harm reduction’ ideas that say teenagers should be helped to use drugs wisely rather than told to ‘say no’. Mary Brett of the National Drug Prevention Alliance said the survey was proof that the Government had failed to begin to get to grips with the menace.

Pelaku kampanye anti narkoba menyalahkan skala kebiasaan penggunaan narkoba terhadap  kelemahan anti narkoba dan kepopuleran dari ide “ pengurangan dampak buruk” yang mana mengatakan bahwa para remaja seharusnya dibantu agar menggunakan obat – obatan pada tempatnya daripada memeberitahu mereka untuk “mengatakan tidak” pada narkoba. May Brett dari aliani pencegahan obat nasional mengatakan bahwa survei tersebut adalah bukti bahwa pemerintah telah gagal untuk memulai mengatasi ancaman tersebut.

Sebagai generasi muda kita harus pintar memilah dan mimilih lingkungan yang pantas kita jadikan teman. Lingkungan pertemanan sangatlah mempengaruhi pola pikirmu nantinya. Bertemanlah dengan orang – orang yang dapat memberi dampak positif dalam kehidupan sosial ataupun pendidikanmu. Ingatlah, Narkoba ada hanya untuk menghancurmu tidak ada alasan positif darinya. Mari kita selamatkan masa depan kita mulai dari sekarang.

 

She said: ‘It is vital that we start to tell children the truth about drugs, starting with the truth that cannabis is not harmless but a gateway drug that does lead on to other and worse drugs. ‘Children should not just be told to say no. They should be told why – how drugs affect not just your body but your social and economic future.’

Dia mengatakan “ ini hal yang penting untuk menjelaskan pada anak – anak yang sebenarnya dari narkoba, dimulai dari kebenaran bahwa ganja tidak berbahaya namun merupakan gerbang utama utnuk masuk kepada obatan – obatan terlarang yang mana akan menunutun kita pada hal – hal lain obat – obatan yang lebih parah. Dia menambahkan” anak – anak tidak cukup hanya dengan dikatakan “tidak”. Mereka juga harus diberi tahu mengapa dan bagaimana narkoba tidak hanya akan berpengaruh pada badanmu tetapi juga kepada kehidupan sosial dan masa depan finansial.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!