Contoh Text Berita Tentang Teknologi dalam Bahasa Inggris dan Artinya

CONTOH BERITA TENANG TEKNOLOGI DALAM BAHASA INGGRIS – Berbicara tentang teknologi memang tidak ada habisnya inovasi yang diciptakan. Begitu banyak ilmuan teknologi yang lahir dan terus mengembangkan kemampuan mereka di kancah dunia. Jepang merupakan salah satu Negara yang dikenal dengan Negara robot. Sejak dulu Jepang dikenal dengan kepandaiannya dalam merangkai mesin – mesin yang beguna dalam berbagai bidang di kehidupan.

 

Namun tidak hanya Jepan Negara – negara lain juga pada akhirnya mengikuti jejak Jepang dalam mencipatakan robot, seperti Jerman misalnya yang juga memiliki nama dalam bidang teknologi. Seperti pada salah satu contoh teks berita dibawah ini, robot yang terbaru yang di ciptakan dengan kepintaran emosi. Kepintaran emosi tersebut dapat membaca emosi yang ada didalam diri manusia, sehingga kita dapat menjadikan robot sebagai teman bicara.

Contoh Text Berita Tentang Teknologi dalam Bahasa Inggris dan Artinya

 

LAS VEGAS – The robot called Forpheus does more than play a mean game of table tennis. It can read body language to gauge its opponent’s ability, and offer advice and encouragement.

“It will try to understand your mood and your playing ability and predict a bit about your next shot,” said Keith Kersten of Japan-based Omron Automation, which developed the Forpheus to showcase its technology. “We don’t sell ping pong robots but we are using Forpheus to show how technology works with people,” said Kersten. Forpheus is among several devices shown at this week’s Consumer Electronics Show that highlight how robots can become more like humans by acquiring “emotional intelligence” and empathy.

Las Vegas – robot yang disebut Forpheus lebih dari sekedar dapat bermain tennis. Robot tersebut dapat membaca bahasa tubuh atau mengukur kemampuan lawannya, atau memberikan nasihat dan semangat. “ robot ini akan berusaha mengerti perasaan anda dan kemampuan anada dalam bermain dan sedikit memprediksi akan tembakan anda selanjutnya.” jelas Keith Kersten dari Japan – based Omron Automatioon, yang mana telah mengembangkan Forpheus untuk menamilkan teknologinya. “Kami tidak menjual robot ping pong tetapi kami menggunakan Forpheus untuk menunjukkan bagaiman teknologi bekerja dengan orang – orang,’ tambah Kersten. Forpheus termasuk diantara beberapa perangkat yang di tampilkan di Week’s consumer Electronics yang mana menyoroti bagaimana robot dapat menjadi lebih seperti manusia memperoleh “kecerdasan emosi” dan empati.

 

Although this specialization is still emerging, the notion of robotic empathy appeared to be a strong theme at the huge gathering of technology professionals in Las Vegas. Honda launched a new robotics program called Empower, Experience, Empathy that features its new 3E-A18 robot, which “shows compassion to humans with a variety of facial expressions,” according to a statement. Although empathy and emotional intelligence do not necessarily require a humanoid form, some robot makers have been working on form as well as function. “We’re been working very hard to have an emotional robot,” said Jean-Michel Mourier of French-based Blue Frog Robotics, which makes the companion and social robot called Buddy, set to be released later this year.

Meskipun spesialisasi ini masih tampak muncul, gagasan tentang empati yang tampak pada robot menjadi tema yang kuat pada pertemuan besar professional teknologi di Las Vegas. Honda meluncurkan proram robot baru yang disebut kekuatan, pengalaman, dan empati yang menampilkan robot baru 3E-A18. Yangmana “menunjukkan rasa kasih sayang kepada manusia dengan berbagai ekspresi wajah.” Menurut sebuah pernyataan. Walaupun empati dan kepintaran emosional tidak di butuhkan dalam bentuk humanoid, beberapa pembuat robot telah bekerja dalam bentuk dan fungsi.” Kai telah bekerja begitu keras untuk membuat robot yang memiliki emosi.” Jelas Jean – Michel Mourier dari French – based Blue Frog Robotics, yang mana membuat robot pendamping yang disebut Buddy, yang akan di rilis akhir tahun ini.

 

“He has a complex brain,” Mourier said at a CES event. “It will ask for a caress or it will get mad if you poke him in the eye.” Other robots such as Qihan Technology’s Sanbot and SoftBank Robotics’ Pepper, are being “humanized” by teaching them to read and react to people’s emotional states. Pepper is “capable of interpreting a smile, a frown, your tone of voice, as well as the lexical field you use and nonverbal language such as the angle of your head,” according to SoftBank. Developing emotional intelligence in robots is a difficult task. It requires melding the use of computer “vision” to interpret objects and people and creating software that can respond accordingly.

Loading...

“Ia memiliki otak yang kompleks,” Kata Mourier di even CES. “robot ini akan meminta belaian atau akan marah jika kamu menyentuhnya di mata.” Robot lainnya seperti Qihan Technology’s Sanbot dan Softbank Robotic’s pepper, sedang ‘di-manusiakan-‘ dengan mengajarkan mereka membaca dan bereaksi terhadap keadaan emosi orang – orang. Pepper adalah “mampu menafsirkan senyuman, kerutan nasa suara, serta bidang leksikal yang anda gunakan dan bahasa nonverbal contohnya seperti bagian sudut kepala anda,” menurut SoftBank. Mengembangkan kecerdasan emosionla pada robot adalah hal yang sulit. Hal ini membutuhkan penyatuan penggunaan “penglihatan”  komputer untuk menafsirkan objek dan orang – orang dan menciptakan perangkat lunak yang dapat meresponya dengan cepat.

 

“Empathy is the goal: The robot is putting itself in the shoes of the human, and that’s about as hard as it gets,” said Patrick Moorhead, a technology analyst with Moor Insights & Strategy. “It’s not just about technology, it’s about psychology and trust.” Moorhead said this technology is still in the early stages but holds promise in some areas, noting that there is strong interest in Japan amid a lack of caretakers for the rapidly growing elderly population.

“Empati adalah tujuannya: robot menempatkan dirinya pada posisi manusia, dan itu semampu yang dapat dilakukannya.” Ujar Patrick moorhead, analis teknologi dengan Moor Insight & Strategy. “ini bukan hanya soal teknologi, ini tentang psikologi dan kepercayaan.” Moorhead mengatakan teknologi ini masih pada tahap awal tetapi menjanjikan di beberapa area, terdapat ketertarikan dikalangan Jepang karena kurangnya pengasuh bagi lansia yag terus meningkat.

 

“In some ways it can be a bit creepy if you’re crying and the robot is trying to console you,” he said. “If you have no friends, the next best thing is a friend robot, and introverts might feel more comfortable talking to a robot.” One CES exhibitor offered a promise of going further than the current devices by developing an “emotion chip” that can allow robots to process emotions in a manner similar to humans. “There has been a lot of research on detecting human emotions. We do the opposite. We synthesize emotions for the machine,” said Patrick Levy-Rosenthal, founder of New York-based Emoshape, which is producing its chip for partners in gaming, virtual and augmented reality and other sectors.

“dalam beberapa hal akan terasa menyeramkan ketika anda menangis dan robot mencoba menghibur anda,” dia mengatakan “ jika kamu tidak punya teman, hal yang paling bagus adalah memiliki teman robot, seorang introvert mungkin akan merasa lebih nyaman berbicara dengan robot.” Salah satu pertujukan di CES menawarkan sebuah janji untuk mengembangkan lebih jauh lagi dari pada perangkat yang ada saat ini dengan mengembangkan “Chip emosi.” Yang dapat membuat robot memproses emosi dengan cara yang sama dengan manusia. “ Ada banyak penelitian untuk mendeteksi emosi manusia. Kami melakukan sebaliknya. Kami mensintesis emosi untuk mesin,” jawab Patrick Levy-Rosenthal, pemilik dari New York-based Emoshape, yang mana memproduksi chip untuk teman dalam bermain game, virtual dan penambahan realitas serta sector lainnya.

 

It could be used to power a humanoid robot, or other devices. For example, an e-reader could better understand a text to infuse more emotion in storytelling. As for Forpheus, Kersten said the robot’s ability to help people improve their table tennis skills could have numerous applications for sports, businesses and more. “You could sense how people are feeling, if they are attentive or in a good state to drive,” he said. Another key application could be in health care, he said: “In an elderly patient facility, you can determine if someone is in distress and needs help.”

Ini bisa digunakan untuk menyalakan robot humanoid, atau perangkat lainnya. misalnya, e-reader dapat memahami text unutk menambah lebih banyak emosi dalam bercerita. Sebagai Forpheus, Kresten mengatakan kemampuan robot untuk menolong orang meningkatkan kemampuan tennis mereka dapat memiliki banyak aplikasi dalma olah raga, bisnis dan  banyak lagi. “ kamu dapat merasakan perasaan seseorang, jika mereka memperhatikan atau dalam keadaan baik dalam pergerakan.”katanya. Kunci lain dari aplikasi ini adalah kesehatan, dia mengatakan: “pada pasien lanjut usia, kami dapat menentukan  

 

Tidak hanya Jepang atau Jerman, Indonesia juga dapat berkembang dalam teknologi. Banyak dari anak – anak bangsa kita yang mulai berinovasi dalma merakit mesin. Seperti salah satu contohnya Mobil SMK yang dulu pernah berkembang pesat pemberitaannya di media masa, itu merupakan salah satu dari karya anak bangsa bukan?  hanya saja masih kurang tempat untuk dapat menampung aspirasi mereka dalam berkarya di Indonesia. sangat diharapkan jika anaka – anak seperti ini mendapat perhatian khusus agar mereka dapat terus meningkatkan skill mereka dalam bidang teknolgi dan terus membawa nama Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!