Contoh Naskah Drama Lutung Kasarung dalam Bahasa Inggris

DRAMA LUTUNG KASARUNG DALAM BAHASA INGGRIS DAN ARTINYA – Lutung kasarung merupakan salah satu legenda yang berasal dari Indonesia yang masih menceritakan sihir dan mistis. Menceritakan seorang pangeran yang di kutuk menjadi se – ekor monyet karena telah melakukan sebuah kesalahan. Kemudian bertemu dengan seorang putri yang akibat sihir yang direncanakan kakak kandungnya sendiri dia kemudian di asingkan.

Terkadang cerita rakyat tidak dapat ditentukan kebenarannya, karena terkadang mereka lahir untuk memberikan pelajaran kepada kita. Pelajaran yang dapat kita kutip dan menjadi renungan bagi hidup kita. Sebaiknya kita harus melestarikannya dengan cara yang menarik dan kreatif.

 

Contoh Naskah Drama Lutung Kasarung dalam Bahasa Inggris

 

Once upon a time, there was a kingdom in West Java ruled by Prabu Tapa Agung. He lived with his daughters(Pada zaman dahulu, terdapat sebuah kerajaan di Jawa Barat yang dipimpin oleh Prabu Tapa Agung. Dia tinggal bersama anak – anak perempuannya)

But among them, there were already married and live separated. Now, he just lived with the eldest one, Purbararang and the youngest one, Purbasari. But, lately he felt he was getting older. So, he decided to abdicate(Tetapi diantara mereka, ada yang sudah menikah dan tinggal terpisah. Sekarang, dia hanya tinggal bersama anak tertua, Purbararang dan bersama yang paling bungsu, Purbasari. Tetapi, belakangan ini dia merasa dia bertambah tua. Jadi, dia memutuskan untuk turun tahta)

 

Prabu Tapa Agung   : “Do you know? I feel i’m getting older now. And I want to choose who has to be my successor.”(apakah kau tau? Aku merasa bertambah tua. Dan aku ingin memilih siapa yang akan menaji penerusku.)

Advisor                    : “If so, Your Majesty must choose between Princess Purbararang and Princess Purbasari. But, if Your Majesty follow the rules. Means, that your successor is Princess Purbararang.”(Jika begitu, anda harus memilih Putri Purbararang dan Putri Purbasari.)

Prabu Tapa Agung   : “Hmm.. You’re right.”(hmm.. kau benar)

Advisor                    : “Your Majesty?”(bagaimana tuan?)

Prabu Tapa Agung   : “Alright, please bring them here.”(baiklah, bawa mereka kemari)

Advisor                    : “Yes, Your Majesty.”(ya, baiklah yang mulia)

(Purbararang and Purbasari enter the room) (Purbararang dan Purbasari memasuki ruangan)

Advisor                    : “Your Majesty, I have brought both of them.”(Yang mulia, saya sudah membawa mereka berdua)

Purbararang              : “ What’s wrong father? Why did you call us?”(ada masalah apa ayah? mengapa kamu memanggil kami?)

Prabu Tapa Agung   : “I will choose who will be my successor between you two.”(aku akan memilih siapa yang akan menjadi penerusku diantara kalian berdua)

Purbasari                  : “What?! Does it mean that father want to abdicate?” (apa? apakah itu berarti ayah ingin melepaskan tahta?)

Prabu Tapa Agung   : “Yes…Because of that, I choose you, Purbasari.” (ya, oleh sebab itu, aku memilihmu, Purbasari)

Purbararang              : “How can be like that? I’m the eldest one.” (bagaimana bisa? Aku anak yang tertua)

Prabu Tapa Agung   : “Purbararang, to be a queen takes more than age. There are many other qualities that one must posses.” (Purbararang, untuk menjadi seorang ratu itu tidak hanya dilihta dari sia. Banyak hal lain yang harus menjadi kulaitas dalam diri seorang ratu)

Purbararang              : “What does purbasari have that i don’t?” (apa yang dimiliki Purbasari yang tidak aku miliki?)

Prabu Tapa Agung   : “You will find out when Purbasari has replaced me.” (kau akan segara tahu ketika Purbasari menggantikan posisiku.)

(…silent…)

Purbasari                  : “Sist..” (kakak)

Purbararang              : “Shut up!” (diam)

(Purbararang left the room, she go to her bedroom) (Purbararang meninggalkan ruangan, dia pergi ke kamar tidur)

Purbararang              : “(mumbling) Why? I am the eldest! It has to be me!” (kenapa? aku anak tertua! Seharusnya aku!)

Indrajaya                  : “What’s wrong?” (ada apa?)

Purbararang              : “Father choose Purbasari to be his successor.” (ayah memilih Purbasai sebagai penerusnya)

Indrajaya                  : “What?! How?” (apa? bagaimana bisa?)

Purbararang              : “I don’t know, but i have to do something.” (aku tidak tahu, tetapi aku harus melakukan sesuatu)

(…silent…)

Indrajaya                  : “How about.. (whispering on Purbararang ear)”(bagaiamana dengan (berbisik di telinga Purbararang))

 

            In the evening, Purbararang went to the witch house. Like Indrajaya said, may be the witch could do something that threatened Purbasari’s life(pada malam hari, Purbararang pergi ke rumah penyihir. Seperti yang dikatakan Indrajaya, mungkin penyihir dapat membantu sesuat yang dapat mengacam kehidupan Purbasari)

So she asked the witch to send all over Purbasari’s body. That plan was success. Before going to bed, Purbasari started to feell itch all over her body(Jadi dia bertanya kepada penyihir untuk menyihir seluruh tubuh Purbasari. Rencana itu berhasil. Sebelum tidur, Purbasari merasakan gatal diseluruh tubuhnya)

She tried applying powder to her body, but it’s no use. Instead, the itching grew even worse. She didn’t want to scratch it, but she just couldn’t help it. In the morning…(dia mencoba menaruh bedak di seluruh tubuhnya , tetapi itu tidak berhasil. Malahan, gatal – gatal tersebut menjadi semakin parah. Dia tidak ingin menggaruknya, tetapi dia tidak dapat melakukan apapun. Ketika pagi datang)

Purbasari         : “What are this things? Did it because the itching last night? (mumbling).” (apa ini? apakah ini efek dari gatal – gaal tadi malam?)

(Then, Purbararang enter Purbasari’s bedroom, and pretend to have a surprised face) (kemudian Purbararang masuk ke dalam kamar Purbasari, da pura – pura terkejut)

Purbararang     : “What happened to you, Purbasari?” (apa yang terjadi padamu Purbasari?)

Purbasari         : “I don’t know sist. Last night…” (aku tidak tahu sist. Kemarin malam..)

Purbararang     : “You must have done something very awful. You’ve been punished by the gods.” (kau pasti sudah melakukan hal yang sangat mengerikan. Kamu pasti di hukum oleh Dewa)

Purbasari         : “What?! Impossible! I never felt that i do something wrong.” (apa? tidak mungkin! aku tidak merasa aku sudah melakukan hal yang salah)

Purbararang     : “I have to tell father!” (aku harus mengatakan pada ayah)

(Purbararang left Purbasari’s bedroom, and go to her father’s room) (Purbararang meninggalkan kamar Purbasari dan pergi ke ruangan ayahnya)

 

Heard that news, Prabu Tapa Agung look surprised. Heard that her daugther was cursed by gods, make he look feeling blue (setelah mendengar berita tersebut, Prabu Tapa Agung sangat terkejut. Mendengar bahwa putrinya mendapat kutukan dari Dewa, membuatnya merasa sedih.)

That is a chance for Purbararang to continue her plans. She incited her father to thrown Purbasari to the woods. Finally, Prabu Tapa Agung agreed with Purbararang’s choice (ini adalah kesempan Purbararang untuk melanjutkan rencananya. Dia menghasut ayahnya untuk membuang Purbasari ke hutan. Akhirnya, Prabu Tapa Agung setuju dengan pilihan Prubararang)

After that, The Advisor accompanied Purbasari to the woods. Well.., actually Purbasari was sad, But it’s for her father’s and kingdom’s sake (setelah itu, penasehat kerajaan menemani Purbasari menuju hutan. Sebenarnya Purbasari sangat sedih, tetapi demi ayah dan kerajaannya)

Advisor           : “I’ve made hut for you to stay.” (aku sudah mebuatkan sebuah gubuhk untuk tempat tinggalmu)

Purbasari         : (….silent…) (terdiam)

Advisor           : “It’s not your fault, Princess. I’ll help you find the way out. I will deliver foods every morning. Please..take care of you.” (ini bukan salahmu, Putri. aku akan membantumu mencari jalan keluar. Aku akan mengantarkan makanan setiap pagi. Jagalah dirimu baik – baik)

Purbasari         : “Thank you.” (terimkasih)

(The Advisor go away) (kemudian penasehat pergi meninggalkannya)

Purbasari         : “Cause, It’s evening, I thought I have to look for firewoods.”(karena ini sudah malam, aku fikir aku harus menacari kayu bakar)

(Purbasari go look for fire woods, but her steps stop, because she see a lutung) (Purbasari pergi mencari kayu bakar, tapi tiba – tiba langkahnya terhenti, karena dia meliha se ekor lutung)

Purbasari         : “Oh! What is that? Better quickly.” (oh, apakah itu? aku sebaiknya bergegas)

Lutung            : “Wait! Don’t be scared. I won’t hurt you.” (tunggu, jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu.)

Purbasari         : “Wha! you..you can talk?” (apa? ka bisa bicara?!)

Lutung            : “Yes, I can. What are you doing in the woods? Isn’t it dangerous?” (Ya, apa yang sedan kau lakukan di tengah hutan? Tidak kah ini berbahaya?)

Purbasari         : “I have thrown out from the palace.” (aku sudah di asingkan dari tempat tinggalku)

Lutung            : “Why?” (kenapa?)

Purbasari         : “My sister said that I’ve done something awful so the gods punished me.” (kakakku bilanG aku sudah melakukan hal yang mengerikan sehingga Dewa menghukumku.)

Lutung            : “It means that you stay in here, don’t you?” (itu berarti kau menetap di sini,kan?)

Purbasari         : “Yeah..that’s right. There! In that hut. You can come whenever you like.” (Ya benar. Disana, di gubuk itu.Kamu bisa mampir kapanpun kau mau)

 

From that day, Purbasari and Lutung became friends. They help each other. They spent time together. And Both of them never felt uncomfortable (sejak hari itu, Purbasari dan Lutung menjadi teman. Mereka menolong satu sama lain. Menghabiskan waktu bersama. Dan keduanya tidak pernah merasa tidak nyaman )

One day, when Purbasari washed her clothes in the lake. Lutung took a bucket of water and gave them some spell (suatu hari, ketika Purbasari mencuci kain di danau. Lutung mengambil segeles air dan kemudian menyihirnya.)

Lutung                     : “Purbasari can you come here for a while?” (Purbasari bisakah kau kemari sebentar?)

Purbasari         : “What’s up, Lutung Kasarung?” (ada apa Lutung Kasarung)

Lutung                     : “Sit here!” (duduklah di sini)

(Lutung wipe Purbasari’s body with water) (Lutung mengusapkan tubuh Purbasari dengan air)

Purbasari         : “What are you doing, Lutung Kasarung? (Apa yang kamu lakukan, Lutung Kasarung?)

Lutung                     : “It can heal you.” (ini dapat menyembuhkanmu)

(Lutung still wipe Purbasari’s body with the same water) (Lutung tetap mengusapkan tubuh Purbasari dengan air yang sama.)

Purbasari         : “It’s really gone, I’ve recovered.” (benar – benar hilang, ak sudah sembuh.)

Advisor           : “Princess Purbasari! I just brought you some foods. Where are you?” (Putri Purbasari! Aku membawakanmu makanan)

Purbasari         : “Sorry…I’m here.” (maaf, saya di sebelah sini)

Advisor           : “Princess! You’ve recovered?!” (Putri anda sudah sembuh?!)

Purbasari         : “Yes, Isn’t it great?” (ya, ini kabar baik bukan?)

Advisor           : “Please come back to the palace, The King must be so happy hear this news.”(kembalilah ke rumah, Raja pasti senang mendengarkan hal ini)

Purbasari         : “Come back to the palace..Sorry, I can’t do that.”(kembali ke rumha? Maaf aku tidak bisa)

Advisor           : “Why?”(mengapa?)

Purbasari         : “I don’t want to.”(aku tidak ingin)

 

When Lutung persuaded Purbasari to go back to the palace. Purbasari always refused. But finally she gave up(ketika Lutung Kasarung membujuknya untuk kembali kerumah. Prubasari selalu menolak. Namun, kemudian dia menyerah.)

When they arrived in the palace, Purbararang looked shocked. She made new plan. She couldn’t let Purbasari lived(ketika dia sampai ke kerajaan, Purbararang terliha kaget. Dia membuat rencana baru. Dia tidak dapat membiarkan Purbasari hidup)

Purbararang     : “What are you doing here? You’ve thrown out, haven’t you?”(apa yang kamu lakukan di sini?)

Purbasari         : “Look sist! My body has recovered!”(lihat kak, aku sudah sembuh)

Purbararang     : “Okay.. I would let you return to the palace with one condition. Let’s compete!”(ok, aku akan membiarkanmu kembali ke rumah dengan satu syarat. Tapi ayo kita berlomba terlebih dahulu)

 

In the next morning, everyone in the kingdom saw their competition. First, Purbararang made a competition that if someone of them had a longer hair, she won the competition(pada pagi hari, semua orang di kerajaan melihat persaingan mereka. Pertama, Purbararang membuat kompetisi siapa salah satu dari mereka yang mempunyai rambut yang lebih panjang)

Then both of them let their hair down. Purbasari’s hair was longer than Purbararang(keduanya menggerai rambut merea. Rambut Purbasati lebih panjang,)

Purbararang     : “Fine, so your hair is longer than mine. But, do you have a future husband? Who is handsome than Indrajaya?”(baiklah, jadi rambutmu lebih panjang dariku. Tetapi, apakah kamu punya calon suami? Siapa lebih tampan dari pada Indrajaya?)

Purbasari         : (Purbasari grab Lutung’s hand) “He will be my husband.”((Purbasari menggenggam tangan Lutung) dia akan menjadi suamiku).

Purbararang     : “Wha? That Lutung! Don’t be kidding.”(apa? Lutung? Jangan bercanda)

 

            After that, Lutung meditates and suddenly transformedinto a very handsome young man, a lot more handsome than Indrajaya(setelah itu, Lutung menengahi mereka dan berubah menjadi seorang lelaki tampan, lebih tampan daripada Indrajaya)

Lutung                     : “I’m a prince from a kingdong far away. I was cursed to be a monkey because of a mistake i committed. I could regain my true form only if there is a girl would be willing to be my wife. Thak you Purbasari.”(aku adalah pangeran dari kerajaan yang jauh. aku dikutuk untuk menjadi monyet karen kesalahn yang aku perbuat. Aku hanya dapat kembali menjadi manusia normal hanya jika ada seorang wanita dengan tulus ingin menjadi istriku. Terimakasih Purbasari.)

Purbararang     : “It means i lost, huh!”(itu berarti aku kalah, hah!)

Purbasari         : “Don’t worry sist. I won’t punish you.”(jangan khawatir kak, aku tidak akan menghukummu)

Then Purbasari become a queen and married Lutung. And they live happy ever after(kemudian purbasari menjadi seoran ratu dan menikah dengan Lutung. Dan mereka hidp bahagia selamanya)

 

Moral: janan biarkan harta dan tahta membutakan mata sehingga kita merelakan segala cara kejahatan untuk mendapatkannya.

Semoga contoh drama diatas dapat menjadi salah satu sumber contoh dalam belajar bahasa Inggris teman – teman semuanya. Teruslah tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu dalam bidang drama dan seni peran lainnya. Aktivitas yang dilakukan langsung dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lebih baik dan lebih cepat. Teruslah belajar bersama kami, karena kami akan memberikan artikel – artikel yang dapat membantu teman – teman dalam belajar. Selamat belajar.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!