Contoh & Penjelasan Aturan Penggunaan “es/s” dalam Kalimat Bahasa Inggris

Penjelasan Aturan Penggunaan “es/s” – Gramatikal dalam bahasa Inggris cukup rumit untuk dipelajari. Namun, jika kita bisa menikmati proses belajarnya, hal ini menjadi terasa menyenangkan dan menantang. Mungkin dalam sebuah teks atau kalimat pendek dalam bahasa Inggris di dalam buku maupun artikel di internet kita melihat ada kosakata yang menggunakan “-es” atau “-s” di ujung katanya. Bagaimanakah aturan penggunaanya?

 

Aturan penggunaan “-es” dan “-s” sebenarnya tidak terlalu sulit. Kita perlu sedikit ketelitian untuk melihat huruf atau bunyi di belakang kosakata dalam bahasa Inggris. Penggunaan “-es” dan “-s” dalam kalimat bahasa Inggris pun terbagi dalam dua kategori kosakata. Salah satunya adalah kosakata kata benda atau yang disebut dengan noun.

 

Penggunaan “-es” dan “-s” Pada Kata Benda/Noun

 

Penggunaan akhiran “-es” dan “-s” pada kata benda menandakan bahwa kata benda tersebut berjumlah jamak atau banyak. Maksudnya, jumlah dari kata benda yang ditambahkan “-es” dan “-s” itu lebih dari satu.

 

Sebelumnya, kita harus tahu apa saja itu kata benda atau noun. Sederhananya, kata benda adalah kata yang menyatakan nama benda, baik benda tersebut berupa benda fisik yang dapat disentuh panca indera maupun benda yang abstrak. Contoh kata benda dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut.

 

An apple = Sebuah apel

An egg = Sebuah telur

A book = Sebuah buku

A car = Sebuah mobil

A pencil = Sebuah pensil

A box = Sebuah kotak

A table = Sebuah meja

A trophy = Sebuah piala

 

Penambahan “-es” dan “-s” hanya berlaku kepada kata benda atau noun yang sifatnya dapat dihitung jumlahnya atau countable noun. Countable noun adalah benda yang bisa dihitung seperti apel, telur, buku, mobil, pensil, pulpen, meja, dan lain-lain. Jika kata-kata pada contoh diatas dijadikan ke bentuk jamak, maka bentuknya akan berubah dari bentuk kata dasarnya, seperti dibawah ini. Perhatikan perubahannya.

 

Apples →  Some apples = Beberapa buah apel

Eggs →  Some eggs = Beberapa buah telur

Books →  Two books = dua buah buku

Cars → Three cars = Tiga buah mobil

Pencils → Five pencils = Lima buah pensil

Boxes → Three boxes = Tiga buah kotak

Tables → Two tables = Tiga buah meja

Trophy → Two thropies = Tiga buah piala

 

Jika kita perhatikan dengan seksama, terdapat perbedaan yang terjadi saat menjadikan kata benda diatas menjadi kata benda dalam bentuk jamak. Seperti kata “boxes” dan “trophies” menggunakan akhiran “-es” dengan pengubahan huruf yang ada dipaling belakang. Pada dasarnya semua kata benda countable cukup ditambahkan akhiran “-s”. Namun, ada beberapa kata benda yang harus menggunakan “-es” sebagai akhiran dengan syarat-syarat sebagai berikut.

 

Syarat Penggunaan Akhiran “-es” Pada Kata Benda/Noun

 

  1. Huruf terakhir noun adalah huruf X.

 

Kalau kita menemukan kata dasar sebuah noun dengan huruf akhirnya X, maka untuk menjadikannya sebagai kata benda jamak, harus ditambahkan “-es” di belakangnya. Seperti contoh sebelumnya, ada “box” yang menjadi “boxes” saat jadi kata benda jamak. Contohnya:

A fox (rubah) → Foxes

A box (kotak) → Boxes

 

2.Huruf terakhir noun adalah huruf F.

 

Kita perlu menambahkan akhiran “-es” dibelakang kata yang berakhiran konsonan F. Akan tetapi, saat akan menambahkan “-es” dibelakangnya, kita perlu merubah huruf F menjadi huruf V. Contohnya:

A knife (pisau) → Knives

A wolf (serigala) → Wolves

A calf (anak sapi) → Calves

A thief (pencuri) → Thieves

A leaf (daun) → Leaves

A dwarf (kurcaci) → Dwarves

 

  1. Huruf terakhir noun adalah huruf S.

 

Jika ujung kata dasar noun yang kita temui berakhiran huruf S, kita perlu menambahkan “-es”. Contohnya:

A bus (bis) → Busses

 

  1. Huruf terakhir noun adalah dua huruf –CH.

 

Bila ujung kata dasar noun berakhir –CH, maka tambahkan akhiran “-es” saja untuk membuat noun-nya menjadi bentuk jamak. Contohnya:

A church (gereja) → Churches

A watch (jam tangan) → Watches

 

  1. Huruf terakhir noun adalah dua huruf –SH.

 

Bila noun-nya berakhiran dua huruf –SH, maka tambahkan akhiran “-es” untuk menjadikannya noun jamak. Contohnya:

A wish (harapan) → Wishes

A dish (makanan) → Dishes

 

  1. Huruf terakhir noun adalah huruf –Y.

 

Bila noun-nya berakhiran huruf –Y, maka kita perlu menambahkan “-es” dibelakangnya untuk menjadikannya jamak. Akan tetapi, ada sedikit perubahan disini. Huruf –Y diujung kata dasar berubah menjadi “-i” dan tambahkan “-es” setelah huruf “i”. Contohnya:

A study (sebuah kajian) → Studies

A fly (seekor lalat) → Flies

Firefly (kunang-kunang) → Fireflies

A butterfly (kupu-kupu) → Butterfiles

A trophy (piala) → Trophies

A property (harta benda) → Properties

 

Namun ada pengecualian jika sebelum huruf –Y diakhir kata benda ada huruf vokal, maka untuk menjadikan kata benda tersebut menjadi bentuk jamak, cukup tambahkan akhiran “-s” saja setelah huruf –Y. Contohnya:

A guy (laki-laki) → Guys

A play (permainan sandirwara) → Plays

A day (hari) → Days

A boy (anak laki-laki) → Boys

 

Bagaimana? Sederhana, bukan? Mungkin pada awalnya kita akan susah mengingat pengaturan gramatikal tulisan dalam bahasa Inggris. Namun, jika kita mau memperlajarinya, kita akan bisa memahaminya kurang dari dua jam. Selamat belajar!

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!